:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467447/original/017508900_1767886053-Panglima_TNI_Jenderal_Agus_Subiyanto_memberikan_penghargaan_kepada_anggota_TNI_sekaligus_atlet_peraih_medali_di_SEA_Games.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto secara tegas menyatakan komitmen institusi TNI dalam memberikan penghargaan tertinggi kepada anggota yang berprestasi di kancah internasional, khususnya bagi mereka yang berhasil mengukir prestasi gemilang di ajang SEA Games ke-33 Thailand tahun 2025. Penghargaan ini tidak main-main, meliputi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB), kesempatan mengikuti pendidikan Sekolah Perwira, serta Sekolah Bintara, sebagai wujud nyata apresiasi atas dedikasi dan kemampuan atletik mereka yang mengharumkan nama bangsa sekaligus institusi TNI.
Jenderal Agus Subiyanto merinci bahwa total personel TNI yang berpartisipasi dalam kontingen SEA Games 2025 di Thailand berjumlah 39 orang. Kontribusi mereka sangat signifikan, menghasilkan total 19 medali emas, 18 medali perak, dan 17 medali perunggu. Prestasi kolektif ini menunjukkan bahwa pembinaan atlet di lingkungan TNI berjalan efektif dan menghasilkan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat regional.
Dalam acara penyerahan penghargaan yang diselenggarakan di Istana Negara Jakarta pada Kamis (8/1/2026), Panglima TNI memaparkan alokasi penghargaan secara spesifik. "Kemudian penghargaan yang diberikan kepada mereka, yaitu Kenaikan Pangkat Luar Biasa 2 orang. Kemudian pendidikan Sekolah Perwira 34 orang, dan pendidikan Sekolah Bintara 3 orang, karena 3 orang dari Tamtama," jelas Agus. Distribusi penghargaan ini mencerminkan strategi pembinaan karier yang komprehensif, mengakomodasi kebutuhan pengembangan baik bagi perwira maupun prajurit Tamtama.
Salah satu nama yang menonjol dan menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa adalah Rizki Juniansyah, seorang atlet angkat besi yang tidak hanya meraih medali tetapi juga berhasil mencetak rekor dunia baru di SEA Games 2025. Prestasi fenomenal ini langsung berbuah kenaikan pangkat signifikan, dari pangkat Letnan Dua (Letda) menjadi Kapten. Ini adalah contoh konkret bagaimana TNI menghargai pencapaian luar biasa yang melampaui ekspektasi standar.
Jenderal Agus Subiyanto menegaskan filosofi di balik pemberian penghargaan ini. Kenaikan pangkat luar biasa ini adalah bentuk konkret dari kebijakan reward and punishment yang ia terapkan sejak menjabat sebagai Panglima TNI. "Kita, kebijakan dari saya selaku Panglima TNI akan memberikan reward and punishment kepada seluruh prajurit. Kemarin tahun lalu saya memberikan 158 prajurit berprestasi di daerah tugas di Papua," ujarnya. Penekanan ini menunjukkan bahwa apresiasi terhadap prestasi tidak hanya terbatas pada bidang olahraga, tetapi mencakup seluruh spektrum tugas pengabdian, termasuk penugasan berat di wilayah seperti Papua.
Lebih jauh lagi, Panglima TNI mengungkapkan strategi proaktif TNI dalam merekrut talenta-talenta terbaik di bidang olahraga sipil untuk diintegrasikan ke dalam institusi militer. Langkah ini bertujuan menciptakan kader atlet masa depan yang akan mewakili Indonesia di ajang olahraga internasional yang lebih bergengsi, seperti Olimpiade.
"Agus telah merekrut masyarakat sipil yang memiliki kemampuan khusus di bidang olahraga untuk dijadikan militer. Nantinya, mereka akan dilatih dan dikirim sebagai anggota TNI ke ajang olahraga internasional," demikian ditegaskan.
Strategi rekrutmen ini menyasar langsung ke sumber daya manusia unggulan. "Sekarang sudah kami rekrut pemain voli, direkrut beberapa tim dari Proliga yang ada di wilayah-wilayah, dan pemain bola," ucap dia. Integrasi atlet-atlet profesional ini diharapkan dapat memperkuat basis kekuatan olahraga nasional melalui struktur dan disiplin militer. "Nah, orang-orang tersebut nanti cikal bakal yang akan nanti ikut berlaga di SEA Games dan kegiatan olahraga lainnya seperti Olimpiade dan sebagainya," sambung Agus, memproyeksikan masa depan gemilang bagi kontingen Indonesia yang didukung oleh personel TNI.
Sementara itu, di tingkat pemerintahan tertinggi, Presiden Prabowo Subianto juga menunjukkan perhatian penuh terhadap capaian para atlet. Presiden secara resmi menyerahkan penghargaan berupa bonus finansial kepada seluruh atlet SEA Games ke-33 yang sukses membawa pulang medali. Acara penyerahan bonus ini juga dilaksanakan di Istana Negara pada hari yang sama, Kamis (8/1/2026), menggarisbawahi sinergi antara pembinaan militer dan dukungan pemerintah pusat terhadap prestasi olahraga nasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, yang turut mendampingi Presiden, memberikan laporan detail mengenai total perolehan medali. Erick Thohir mengumumkan bahwa kontingen Indonesia berhasil mengumpulkan total 91 medali emas, 111 medali perak, dan 131 medali perunggu di SEA Games 2025 Thailand. Jumlah medali emas ini secara signifikan melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah. "Alhamdulillah target juga di atas Pak, yang tadinya 80 emas kita mendapatkan 91 emas. Dan tentu dilengkapi dengan 111 perak dan 131 perunggu," kata Erick Thohir dalam sambutannya.
Pemberian bonus finansial kali ini mencetak sejarah baru dalam pemberian apresiasi kepada atlet Indonesia. Erick Thohir menguraikan skema bonus yang sangat menggiurkan:
- Medali Emas Tunggal: Atlet peraih medali emas tunggal berhak atas bonus tertinggi sepanjang sejarah, yakni sebesar Rp 1 miliar.
- Medali Perak Tunggal: Bonus yang diterima sebesar Rp 315 juta.
- Medali Perunggu Tunggal: Bonus yang diterima sebesar Rp 157 juta.
Untuk kategori beregu, apresiasi juga diberikan dengan nominal yang substansial:
- Medali Emas Beregu: Masing-masing anggota mendapat Rp 500 juta per orang.
- Medali Perak Beregu: Masing-masing anggota mendapat Rp 220.500.000 per orang.
- Medali Perunggu Beregu: Masing-masing anggota mendapat Rp 110.250.000 per orang.
Menpora Erick Thohir menutup laporannya dengan menyampaikan total anggaran yang digelontorkan untuk bonus atlet dan pelatih, yang mencapai angka fantastis, yaitu Rp 465.250.000.000. Ia memastikan bahwa seluruh dana bonus ini telah disalurkan langsung kepada para penerima melalui Bank BRI. "Terima kasih Bapak (Presiden) perhatiannya. Tentu ini terdiri dari medali emas tunggal sebesar Rp 1 miliar. Ini terbesar sepanjang sejarah juga ini karena Bapak. Terima kasih," tutur Erick, menegaskan dampak positif kebijakan Presiden terhadap motivasi para atlet.
Kombinasi antara penghargaan dari institusi TNI berupa kenaikan pangkat dan pendidikan formal (Sekolah Perwira/Bintara) bagi anggota mereka, serta bonus finansial masif dari pemerintah pusat, menciptakan ekosistem penghargaan yang sangat kondusif bagi pengembangan olahraga nasional. TNI, melalui inisiatif Panglima Jenderal Agus Subiyanto, membuktikan diri bukan hanya sebagai garda pertahanan negara, tetapi juga sebagai inkubator atlet berprestasi yang siap mengibarkan bendera Merah Putih di panggung dunia.
